Benar – Benar Upacara Anti Mainstream



Suasana Bulan Agustus begitu terasa. Ya, bulan dimana kita selalu memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Gegap gempita Agustusan juga terasa di sekolah kakak, SD Muslim Cendekia. Begitu sampai di depan sekolah, kita sudah disambut dengan bendera merah putih. Peringatan hari kemerdekaan biasanya dilakukan dengan upacara bendera di sekolah maupun di instansi perkantoran atau yang lain. Upacara selesai, pulang. Ada beberapa yang mengadakan lomba – lomba khas 17an atau acara semacam pensi. Berbeda dengan SD Muslim Cendekia. Pada tanggal 17 Agustus 2018, Sekolah ini mengadakan upacara bendera yang diikuti oleh siswa dan wali murid. Baru kali ini saya menemui upacara semacam itu. Sontak saya langsung semangat mengikuti upacara bersama kakak.


Seperti biasanya, setiap acara di SD Muslim Cendekia selalu dimulai tepat waktu, jadi kita benar – benar harus mempersiapkan diri dan menjaga kedisiplinan. Tepat jam 7 pagi sesuai undangan, upacara dimulai. Saya langsung fokus melihat siswa – siswi kelas 1 yang masih kecil menjadi petugas upacara. Dengan tegas, mereka melaksanakan tugas sebagai petugas upacara walaupun ada beberapa yang  melakukan kesalahan sehigga membuat kita tak berhenti tertawa. Terlepas dari itu, kami sebagai orang tua sungguh bangga melihat apa yang sudah dipersembahkan anak – anak.


Di moment Agustusan ini tak lengkap tanpa lagu kemerdekaan, 17 Agustus. Setelah upacara, kami semua bernyanyi bersama melantunkan lagu tersebut dengan penuh semangat. Demikian pula dengan anak anak. Membawa bendera merah putih, mereka dapat menyanyikan lagu tersebut dengan baik. Sungguh, hal ini akan dapat meningkatkan nasionalisme mereka. Selesai menyanyikan lagu, kami dibuat kagum dengan penampilan para guru yang memainkan angklung. Membawakan lagu Tanah Airku, mereka sukses membuat suasana Agustusan menjadi semakin hidup.


Di akhir acara, kami langsung diarahkan untuk ramah tamah. Disana sudah tersedia aneka jajanan tradisional yang dibawa oleh wali murid. Sekolah ini membuka donasi kue lo untuk acara kali ini. Banyak sekali wali murid yang antusias ingin membawa kue untuk dinikmati bersama. Hingga saya tidak kebagian karena open donasi kue sudah ditutup waktu itu. Yah, padahal ingin sekali berbagi kue bersama yang lain. Mungkin lain waktu saja ya he he he.


Sekolah ini berkomitmen untuk mengajarkan karakter pada anak, contoh kecil adalah ketika kita ingin mengambil sesuatu, kita harus mengantri dan bersabar. Di hari itu, semua siswa dan wali murid berbaris rapi sekali ketika ingin mengambil kue. Tidak ada yang saling dorong dan antrean terlihat tertib sekali. Makanan yang disajikan pun beragam, mulai dari jajanan tradisional hingga jajanan modern yang pastinya menyehatkan. Sembari menikmati kue – kue enak menyehatkan, ada games untuk siswa dan wali murid. Games yang sederhana namun berarti untuk kami sebagai wali murid. Ketika itu, bu guru meminta siswa untuk menyebutkan Pancasila. Banyak sekali yang angkat tangan dan ingin ditunjuk. Senang melihat siswa begitu antusias. Hingga ada satu siswa yang dapat menyebutkan Pancasila dengan sempurna. Wah, luar biasa. Untuk wali murid, gamesnya adalah menyanyikan lagu nasional. Wah, ada – ada saja J








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilihan Kami Akhirnya di SD Muslim Cendekia

Bingung Cara Mengajari Anak Membaca dan Menulis? Yuk Coba Cara - Cara Ini

Bagaimana Cara Masuk SD Muslim Cendekia?